Finis Di Posisi 5 Merlion Cup, SMPertamina Segera Berbenah

1DX_2194

Tim Satria Muda Pertamina harus puas menduduki posisi lima peringkat akhir turnamen Merlion Cup 2017. Adelaide 36ers, Shanghai Sharks, Jeonju KCC Egis dan Singapore Slingers adalah 4 tim pengisi peringkat di atas Satria Muda Pertamina.

Meski kalah tipis 85-88 di pertandingan terakhir melawan Yulon Luxgen Dinos Taiwan, tapi hasil ini tidak mempengaruhi peringkat Satria Muda Pertamina. Hal ini dikarenakan sistem yang digunakan di Merlion Cup menunjukkan perolehan poin tim Satria Muda Pertamina masih tetap lebih tinggi dibanding Yulon Luxgen Dinos maupun NLEX SCTEX.
Pelatih Youbel Sondakh mengaku sedikit kecewa dengan hasil ini lantaran target awalnya adalah masuk 4 besar. Ia pun berharap jika ada kesempatan untuk mengikuti turnamen ini timnya akan melakukan persiapan dengan lebih baik termasuk mempersiapkan mental para pemain mudanya.
“Memang tidak semua pemain dimainkan, jadi ada positif dan negatifnya untuk Merlion Cup ini. Bagusnya pemain yang main merasakan level kompetisi yg tinggi disini. Baik buat jam terbang mereka. Untuk yang dapat minute play sedikit juga positifnya mereka dapat melihat level permainan luar negeri seperti apa,” ungkapnya.
Dari empat pertandingan yang dilakoni tim Satria Muda Pertamina, beberapa pemain lokal tampil cukup baik. Diantaranya adalah Kevin Yonas dengan 6 ppg serta Audy Bagastyo dengan 3 ppg dan 5rpg. Keduanya jelas merasa belum puas dengan angka ini. Masih banyak hal yang jadi PR bagi mereka dan tim.
“Setelah dari Taiwan dan Singapura masih banyak evaluasinya. Mulai dari offense, inside outside, masih banyak yang perlu ditambah lagi. Komunikasi harus semakin baik dan solid lagi, terutama dalam defense,” kata Kevin.
Egha, sapaan akrab Audy Bagastyo, menambahkan turnamen seperti ini sangat membantu dirinya dan rekan-rekannya di tim untuk mematangkan permainan tim, khususnya untuk mendewasakan para pemain dalam mengambil keputusan-keputusan saat bermain.
“Selain untuk mempersiapkan diri sendiri dan tim untuk IBL nanti, saya juga ingin merasakan bagaimana sih melawan pemain-pemain dari luar indonesia yang otabene lebih “baik” dari fisik,mental, dan teknik. Dari situ saya belajar bagaimana cara mengatasinya. Di setiap gim, mulai dari turnamen di Taiwan maupun Singapura fokus dan targetnya adalah tidak melakukan banyak kesalahan saat offense dan defense yang baik. Karena terkadang kalo kita melakukan satu kesalahan saja dapat mempengaruhi permainan,” kata point guard yang juga sedang menempuh pendidikan S2 ini.
“Yang pasti saya dan tim dapat banyak pelajaran yang belum tentu orang lain ataupun tim lain dapatkan,” tutupnya.
Tim Satria Muda Pertamina dijadwalkan kembali ke tanah air hari Senin (25/9). Selanjutnya tim akan segera menjalani latihan rutin untuk mematangkan persiapan menghadapi IBL 2017/2018.