Vamiga Michel dan Hardianus Jalani Proses Pemulihan Cedera

Dua pemain andalan Satria Muda Pertamina, Vamiga Michel dan Hardianus mengalami cedera di Seri Jakarta lalu. Hardianus mengeluhkan nyeri pada area pergelangan kaki kanannya saat bertanding melawan Pelita Jaya, Sabtu (16/1). Sementara Vamiga harus ditandu keluar lapangan setelah mengalami cedera pinggang saat menghadapi Garuda Bandung, Minggu (17/1) lalu.

“Vamiga sedang berada dalam proses adaptasi dari insole yang kami berikan. Adaptasi ini akan memperberat kerja otot di pinggang karena terjadi perubahan tumpuan postur. Apa yang terjadi pada Vamiga saat pertandingan melawan Garuda Bandung lalu pinggangnya mengalami overused injury, beban otot terlalu berat. Apalagi setelah mengalami keletihan yang berlebihan. Tapi untuk saat ini Vamiga sudah melewati masa akutnya dan akan memulai program penguatan. Diharapkan Seri Malang nanti Vamiga sudah siap bertanding kembali.” ungkap dokter Donny Kurniawan selaku dokter tim Satria Muda Pertamina

Proses penguatan sendiri minimal memakan waktu 6 minggu. Tapi saat on season seperti sekarang ini harus disesuaikan dengan jadwal latihan teknik. Vamiga akan menjalani proses recovery dengan melakukan stretching, icing, massage, dan penguatan otot core dibawah pengawasan Dokter Donny dan coaching staff. Sementara Hardianus akan menjalani proses pemulihan selama satu minggu. Sehingga ia diprediksikan sudah fully recoverd dan akan kembali bertanding di Seri Malang nanti.

“Cedera yang dialami Hardianus termasuk ringan karena kemarin kami memutuskan untuk langsung menarik Hardi dari pertandingan dan memberikan waktu istirahat di pertandingan selanjutnya (melawan Garuda Bandung). Karena kalau tidak justru akan memperburuk cederanya. Hardianus akan menjalani rom exercise atau latihan penguatan untuk meningkatkan jangkauan sendi. “ tambah Dokter Donny.

Selain Vamiga dan Hardianus, kapten Ronaldo Sitepu juga sempat dehidrasi berat. Antusiasme penonton yang memadati GOR tidak dibarengi dengan adanya fasilitas pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin yang memadai berujung pada buruknya sirkulasi udara di lapangan. Hal ini membuat suhu di lapangan menjadi tinggi. Dodo juga mengalami kram di seluruh badannya setelah menjalani laga sengit melawan Garuda Bandung. Dodo kemudian dilarikan ke Rumah Sakit MMC Jakarta untuk diberikan infus dan diperiksa elektrolit darahnya. Beruntung setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit hasil elektrolitnya sudah kembali normal dan diperbolehkan pulang.