Sukses Revans Dari Siliwangi, SMPertamina Pastikan Diri Juara Divisi Merah

IMG_5013

Tim Satria Muda Pertamina mengukuhkan diri keluar sebagai juara Divisi Merah IBL 2017. Hasil ini dipastikan setelah SM Pertamina mengalahkan tuan rumah Siliwangi Bandung di GOR C-Tra Arena Bandung (18/3). Kemenangan ini membuat SM mengoleksi 25 poin di Divisi Merah dari 13 pertandingan, unggul dari CLS Knights Surabaya di posisi kedua dengan 23 poin juga dari 13 laga.

SM Pertamina dan CLS Knight masih menyisakan satu pertandingan di Seri Bandung ini. Kalaupun terjadi skenario terburuk yaitu SMPertamina kalah dari Garuda Bandung dan CLS menang dari Hangtuah Sumsel, jumlah poin SM Pertamina masih lebih unggul dari CLS.

Hasil ini juga membuat SM Pertamina otomatis lolos babak semifinal atau final four tanpa harus bertanding di playoff. Di semifinal nanti, SMPertamina akan ditantang oleh pemenang antara CLS Knights atau Garuda Bandung.

Dalam pertandingan melawan Siliwangi kemarin, SM Pertamina memang tampil sangat dominan. Misi membalas kekalahan di Seri Jogja lalu membuat Ronaldo Sitepu dkk. tampil ngotot. Di kuarter pertama, SM Pertamina sudah unggul jauh 22-9. Pun di tiga babak selanjutnya, SMPertamina selalu memimpin dengan skor 42-29, 55-40 dan 79-53.

Calos Smith mencetak double-double dalam pertandingan ini dengan 14 poin dan 10 rebound. Tyreek Jewell menyumbang 13 poin, 9 rebound dan 5 assist.

“Syukurlah anak-anak bisa menang. Mereka termotivasi membalas kekalahan di Seri Yogyakarta,” ungkap head coach Youbel Sondakh usai pertandingan.

Meski menang dan memastikan diri sebagai juara divisi, Youbel ingin anak-anak asuhnya tak lengah dan tetap fokus pada persiapan final four.

“Masih banyak PRnya. Terutama saya mau benerin second linenya. Saya tidak mau dianggap terlalu mengandalkan first teamnya. Semua harus siap. Dan saya sangat percaya yang namanya chemistry, ” tambahnya.

Ronaldo Sitepu dkk. masih akan menjalani satu pertandingan melawan Garuda Bandung, Minggu (19/3). Selanjutnya, tim Satria Muda Pertamina punya waktu sekitar 3 minggu untuk mempersiapkan babak final four sembari menunggu pemenang antara CLS Knights dan Garuda Bandung dari babak playoff