SMPertamina Belajar Dari Dua kekalahan di Seri Jakarta

Seri perdana Indonesian Basketball League 2016 di Jakarta telah usai digelar. Tim Satria Muda Pertamina yang menjalani 6 laga dalam seri ini harus puas dengan rekor menang kalah 4-2. Empat kemenangan dituai setelah mengalahkan Aspac Jakarta (70-61), Bimasakti Malang (55-33), NSH Jakarta (53-44), dan Satya Wacana Salatiga (85-53). Sementara dua kekalahan diderita Satria Muda Pertamina saat harus menjalani bigmatch melawan Pelita Jaya Jakarta (57-66) dan Garuda Bandung (78-82) melalui drama overtime (72-72).

Meski kalah di dua pertandingan terakhir, tim Satria Muda Pertamina menunjukkan mental juaranya. tertinggal jauh hingga kuarter keempat tak membuat mental tim Satria Muda Pertamina ciut. Tetap tampil percaya diri di hadapan ribuan pendukungnya membuat tim ini berhasil mengejar ketertinggalan dan bahkan mampu memaksakan babak tambahan waktu saat menghadapi Garuda Bandung.

Menanggapi hasil Seri Jakarta ini head coach Cokorda Raka Satrya Wibawa mengatakan bahwa itu bukanlah awal yang buruk bagi tim Satria Muda Pertamina mengingat komposisi roster yang dimiliki hanya memiliki 4 pemain senior.

“Rekor 4-2 bukanlah awal yang buruk. We keep on doing good in this series, we’re still on the right track. Tim memang belum bisa bermain dengan konsisten dari awal sampai akhir pertandingan. Begitu juga performa individu pemain, belum bisa konsisten bermain bagus di setiap game. Tapi dari dua pertandingan terakhir ada nilai positif yang bisa kita lihat. Fighting spirit mereka sangat luar biasa. Tak pernah menyerah sampai detik terakhir, itulah karakter tim kami. Never give up attitude inilah yang akan menjadi modal besar untuk kedepannya. Season masih panjang, dan kami menikmati setiap proses yang terjadi dalam tim ini” ungkap Coach Wiwin.

Co-captain Arki Wisnu juga mengutarakan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi tim Satria Muda Pertamina.
“No one likes losing, tapi saya melihat bahwa (kekalahan di dua pertandingan terakhir) ini merupakan pelajaran berharga bagi tim khususnya untuk para pemain muda. Dibanding sebelumnya komposisi tim musim ini memang berbeda. Dan setiap hari saya merasakan tim ini jauh lebih baik dan lebih progresif. Yang jelas kami akan berlatih lebih keras untuk meingkatkan chemistry dan permainan tim. Belajar dari kesalahan dan mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental untuk mengahadapi seri selanjutnya.” tuturnya.

Banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi tim Satria Muda Pertamina. Konsistensi, determinasi, hingga masalah akurasi tembakan menjadi fokus coaching staff untuk mempersiapkan diri menghadapi seri-seri selanjutnya. Ditambah dengan adanya beberapa pemain yang mengalami cedera seperti Vamiga Michel dan Hardianus. Vamiga mengalami cedera punggung saat melawan Garuda Bandung, sementara Hardianus mengeluhkan nyeri pada area pergelangan kaki kanannya atas saat melawan Pelita Jaya.

Kota Malang akan menjadi kota kedua yan disinggahi IBL 2016 selanjutnya. Seri Malang akan digelar pada tanggal 29 Januari – 6 Februari 2016 di GOR Bimasakti. Satria Muda Pertamina akan menjalani 5 pertanding pada seri ini.

Jadwal satria Muda Pertamina Seri Malang:
Vs CLS Knights Surabaya: Sabtu, 30 Januari 2016 pukul 19.00-21.00 WIB
Vs Bangung Utama: Minggu, 31 Januari 2016 pukul 17.00-19.00 WIB
Vs Stadium Jakarta: Selasa, 2 Februari 2016 pukul 19.00-21.00 WIB
Vs Pacific Caesar Surabaya: Rabu, 3 Februari 2016 pukul 13.00-15.00 WIB
Vs Hangtuah Sumsel: Jumat, 5 Februari 2016 pukul 18.00-20.00 WIB