Siapkan Bekal Masa Depan, Laurent Dan Egha Tempuh Pendidikan S2

IMG-20171005-WA0009-01

Kesibukan menjalani rutinitas sebagai pebasket seringkali membuat orang-orang yang menekuni bidang olahraga ini lupa dengan pendidikan formalnya. Kelelahan menjalani latihan rutin biasanya menjadi alasan untuk melalaikan kewajibannya. Namun hal ini tidak terjadi pada dua pemain muda Satria Muda Pertamina, Laurentius Steven Oei dan Audy Bagastyo. Tak puas dengan gelar sarjananya, Laurent dan Egha memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi untuk mengejar gelar master.

Egha menempuh pendidikan S2 di Perbanas Intitute, tempat ia menuntaskan pendidikan S1nya dulu. Point guard berusia 24 tahun ini mengambil jurusan Manajemen. Meski jadwal latihan tim bisa dibilang cukup berat, tapi dirinya merasa masih banyak waktu luangnya yang terbuang sia-sia. Untuk itu dia merasa perlu mengisi waktu kosongnya dengan hal-hal positif.

“Selama jadi atlet banyak waktu kosong yang bisa dimanfaatkan, diantaranya dengan kuliah S2. Lumayan untuk nambah ilmu dan bisa untuk kejar gelar M.M,” katanya.

Masa-masa emas menjalani karir sebagai seorang atlet memang tidak panjang. Ada hal-hal yang membatasi seperti usia dan kondisi fisik. Maka dari itulah Laurent dan Egha menyadari betul pendidikan menjadi satu-satunya bekal mereka jika sudah tidak berkecimpung di dunia basket lagi.

Tim Satria Muda Pertamina sendiri dikenal sebagai tim yang sangat memperhatikan pendidikan pemainnya. Hal ini memang sudah ditekankan sejak awal oleh Erick Thohir, pemilik klub Satria Muda Pertamina, bahwa pendidikan adalah hal utama yang harus dikejar.

“Ada hal-hal yang bisa saya aplikasikan dari kuliah S2 ini khususnya untuk menjalani bisnis. Selain itu kalau misalnya sudah beres karir basket dan mau kerja kantor ‘kan lebih mudah kalau sudah S2 dibanding S1,” tambah Laurent.

Sama halnya dengan Egha, Laurent juga memilih prodi Manajemen. Ia menempuh pendidikan pascasarjananya di Universitas Pelita Harapan. Beruntungnya, ia akan mengikuti student exchange di Harvard University bulan Juni/Juli mendatang selama 2 minggu untuk merasakan bagimana kuliah di kampus kenamaan dunia tersebut.

Sejauh ini keduanya belum merasa kesulitan membagi jadwal latihan dengan kuliah mereka.

“Sempat khawatir bagi waktunya kalau nanti liga sudah bergulir. Tapi untungnya jadwal tiap seri hanya setiap weekend saja, jadi masih bisa diatur.” tutup Egha.