Chemistry Tim Dan Mental Bertanding Jadi PR SMPertamina di Merlion Cup

1DX_5771

Tim Satria Muda Pertamina mengawali turnamen Merlion Cup 2017 dengan menghadapi tim sesama penghuni Grup A, Shanghai Sharks. Pada pertandingan yang digelar di OCBC Arena Singapura (20/9) ini, Audy Bagastyo dkk. harus mengakui keunggulan tim asal China ini dengan skor akhir 69-81.

Tim asuhan Youbel Sondakh ini sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. SMPertamina unggul tipis 20-17 di kuarter pertama. Melalui trio pemain asing Dior Lowhorn, Gary Jacobs dan Shawn Taggart, SMPertamina sukses memperlebar marjin angka di penghujung kuarter kedua. SMPertamina masih unggul 39-30 poin.

Keunggulan SMPertamina ini membuat tim Shanghai Sharks mengubah strategi permainannya di babak kedua. Dengan tempo permainan yang cepat, mereka berhasil membalikkan keadaan dan unggul 54-50 di akhir kuarter ketiga. Permainan tim SMPertamina sendiri tak kunjung membaik di kuarter penutup. Rendahya field goal para pemain SMPertamina membuat perolehan angka Shanghai Sharks pun semakin tak terkejar. Keunggulan Shanghai Sharks bertahan hingga pertandingan berakhir.

“Kami kehilangan momentum dan performa pemain lokal masih belum maksimal. Ini masalah mental saja karena bertemu dengan pemain China yang tinggi-tinggi. Mereka juga mungkin belum terbiasa bermain dengan 3 impor,” ungkap pelatih Youbel Sondakh

Pada pertandingan ini memang penampilan para pemain impor SMPertamina lebih dominan. Shawn Taggart menjadi pendulang angka tertinggi dengan 25 poin. Dior Lowhorn menyumbang 20 poin. Gary Jacobs dengan 17 poin.

Jika melihat statistik, tim SMPertamina sebetulnya lebih dominan di paint area. Terlihat dari jumlah rebound yang mencapai  48 rebound, sementara Shanghai Sharks hanya 40 rebound.  Jumlah percobaan tembakan 2 angkanya pun lebih banyak yaitu 63 kali. Sayangnya dari 63 kali percobaan, SMPertamina hanya berhasil memasukkan bola 24 kali. Sementara Shanghai Sharks lebih efektif dengan 29 tembakan masuk dari 50 percobaan.

Ko-kapten Audy Bagastyo yang pada pertandingan ini terlihat menunjukkan kegigihannya mengungkapkan hal ini lebih disebabkan oleh karena chemistry tim khususnya pada saat bertahan yang belum terbangun dengan baik mengingat para pemain asing baru saja bergabung.

“Kami baru latihan sekali dengan Gary dan Taggart, sementara pemain lokal juga masih grogi. Tapi saya percaya kami akan lebih baik ke depannya. Apalagi melihat start kami hari ini sangat baik. Dan kami tadi berusaha keras untuk membalikan keadaan lagi (di kuarter tiga-empat). Tapi sayang mereka ambil game pertama ini. We’ll make it better next game,” kata point guard berusia 24 tahun ini.

Egha, sapaan akrabnya, juga berharap Gary dan Taggart bisa lebih nyaman bermain dengan tim di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Yang pasti kita akan evaluasi untuk pertandingan besok agar semua pemain baik impor maupun lokal dapat berperan dalam pertandingan selanjutnya dan bisa menang,” tutup Youbel.

Selanjutnya tim Satria Muda Pertamina akan betemu dengan Jeonju KCC Egis, tim asal Korea yang pernah 5 kali menjuarai Korean Basketball League. Pertandingan kedua di babak penyisihan Grup A ini akan dilaksanakan pada hari Kamis (21/9) mulai pukul 15.30 WIB dan bisa disaksikan melalui live streaming di kanal Youtube “Sport Singapore”.